Sabtu, 28 Oktober 2023
Ef. 2:19-22; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 6:12-19
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
(Luk 6:12)
Ketika anak sulung saya di kelas 5 SD, kami menghadiri acara Minggu Panggilan di gereja kami. Acara dibawakan oleh para pastor dan suster dari berbagai kongregasi. Setelah acara “outdoor,” acara dilanjutkan “indoor” atau di dalam gedung gereja.
Seorang Romo mengajukan pertanyaan kepada umat yang hadir, "Siapa yang bercita-cita jadi Romo?" Anak saya mengacungkan jari dan diminta sang romo untuk maju ke altar. Dengan antusiasnya anak saya maju ke altar dan ditanya-tanya oleh sang romo.
"Sejak kapan tertarik menjadi Romo?"
"Sejak kelas 2."
"Apakah orang tua kamu tahu? Mana orang tuanya?"
Saya mengacungkan jari. Dengan malu-malu dan sedikit senyum saya jawab, "Tidak tahu." Semua orang tertawa.
Kisah itu sudah lama berlalu. Anak saya sekarang sudah berumur 20 tahun lebih dan tidak memilih untuk masuk seminari. Mungkin bukan panggilannya untuk menjadi imam.
Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang Yesus memilih para rasul. Para rasul kemudian melayani Yesus sepenuh hidupnya dan diberi tugas-tugas khusus oleh Yesus. Tugas para rasul sekarang dilanjutkan oleh para imam. Setiap imam dipanggil dan dipilih langsung oleh Tuhan Yesus lewat bisikan Roh-Nya.
Para rasul dipilih dari antara murid-murid Yesus. Murid-murid yang tidak terpilih sebagai rasul tetap dikasihi dan diajak untuk mewartakan Injil Tuhan.
Kita mungkin tidak dipilih menjadi seorang rasul, tetapi kita dipanggil sebagai murid. Sebagai murid, kita mendapat anugerah pengenalan akan Allah dan akan kasih-Nya pada kita. Kita juga dipanggil untuk menampilkan wajah Allah kepada orang-orang yang kita jumpai, supaya mereka juga bisa datang kepada Allah.
Sudahkah kita melaksanakan panggilan kita?
Doa:
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas panggilan-Mu kepada kami masing-masing. Bimbing dan tolonglah kami dalam menjalankan panggilan-Mu. Amin.